MENTERI DESA KAGUM MELIHAT DUALITAS KEPEMIMPINAN DESA KUTUH

  • 12 Oktober 2018
  • Dibaca: 1188 Pengunjung
MENTERI DESA KAGUM MELIHAT DUALITAS KEPEMIMPINAN DESA KUTUH

dari kiri : Made Suwita (Kasi Pemerintahan Desa Kutuh), Nyoman Camang (Sekdes Kutuh), I Wayan Purja (Perbekel Kutuh), Eko Putro Sandjojo (Menteri Desa PDTT), Made Wena (Bendesa Adat Kutuh), Wayan Mudana (Ketua LPM), Made Widiana (Camat Kuta Selatan), Putra Yadnya (Kabid PMD Badung)

Kutuh, 10 Oktober 2018 Desa Kutuh mendapat kehormatan tak terduga, yakni kunjungan dari Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Eko Putro Sandjojo.

Kehadiran Menteri Desa di Kutuh merupakan rangkaian dari kegiatan IMF – World Bank pada tanggal 16 oktober 2018 dimana Desa Kutuh merupakan lokasi kunjungan para delegasi untuk wilayah kabupaten Badung.

Menteri Desa turut mengajak dua orang Dirjen untuk melihat secara langsung kesiapan Desa Kutuh untuk menyambut kedatangan para Delegasi.

Bapak Menteri diterima oleh Kadis PMD Provinsi Bali, Kabid PMD Kabupaten Badung, Perbekel Kutuh, Bendesa Adat Kutuh, Perangkat Desa, Prajuru Desa Adat, dan Lembaga – Lembaga Desa.

Dalam penerimaannya Perbekel bersama dengan Bendesa Adat Kutuh menyampaikan beberapa gambaran tentang Desa Kutuh. Salah satunya menyangkut Inovasi yang dilakukan oleh Desa Kutuh.

Perbekel bersama dengan Bendesa memperkenalkan kekuatan Dualitas kepemimpinan dibangun oleh Desa Kutuh yang membuat Desa mengelola anggaran mencapai 28 Millyar lebih yang bersumber dari APBDES dan APBDAK.

Bapak Menteri pun takjub mendengar hal tersebut. Dari keterbatasan waktu yang beliau miliki, akhirnya memfokuskan untuk melakukan diskusi mengenai kiat – kiat keberhasilan Desa Kutuh hingga mendapat pencapaian yang luar biasa.

“Kedatangan saya ke Desa Kutuh selain untuk meninjau kesiapan penerimaan dari Delegasi IMF, saya juga ingin mendengar beberapa kiat – kiat yang dilakukan oleh Desa Kutuh sehingga dapat mengelola anggaran yang begitu besar. Dan selanjutnya, kiat – kiat ini akan kami gunakan sebagai percontohan kepada Desa – desa lainnya sebagai acuan membangun wilayahnya”, Ujar Eko selepas diskusi dilakuakan di ruang Graha Sabha Kantor Perbekel Kutuh.

Eko Putro Sandjojo juga merasa sangat kagum dengan hubungan yang sangat harmonis antara Desa Adat dengan Desa Administratif baik itu dalam sinergisitas pembangunan Ekonomi, pengembangan potensi desa, peningkatan SDM, serta membangun mitra kerja bersama dengan Swasta. “Bahkan, dalam bidang SDM Desa Kutuh telah mampu menyekolahkan beberapa warganya hingga jenjang S2, dan mudah – mudahan tahun depan sudah mampu untuk S3”, Imbuhnya.

Perbekel Kutuh I Wayan Purja, SE dalam penyampaiannya menambahkan bahwa Desa kutuh bukan membanggakan diri dari apa yg sudah bisa dicapai. Namun desa kutuh akan slalu berbenah dan berusaha untuk mencapai tujuan pemerintah yakni mewujudkan masyarakat yang sejahtera.

“Kedatangan bapak Menteri merupakan amunisi bagi kami di Desa Kutuh untuk bisa melangkah lebih baik. Serta kedatangan Delegasi merupakan suatu ujian bagi kami memperlihatkan pada dunia bahwa kami memang berbuat. Itu kata kunci yang ingin disampaikan oleh dualitas kepemimpinan di desa kutuh saat ini”, ujar Wayan Purja.

Selanjutya, Bapak Eko Putro Sandjojo ditemani oleh Perbekel dan Bendesa Adat Kutuh untuk meninjau badan usaha milik desa Kutuh yakni BUMDA dan BUMDESA, serta melihat hasil proyek yang bersumber dari Dana Desa.

  • 12 Oktober 2018
  • Dibaca: 1188 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita