BUMDA KUTUH GELONTORKAN DANA 3 MILLYARD, SEBGAI KOMITMEN UNTUK KEMBANGKAN KAMPUNG BOLA

  • 23 Januari 2019
  • Dibaca: 926 Pengunjung
BUMDA KUTUH GELONTORKAN DANA 3 MILLYARD, SEBGAI KOMITMEN UNTUK KEMBANGKAN KAMPUNG BOLA

Komitmen BUMDA Kutuh untuk mengembangkan Kawasan wisata terpadu terus digenjot. Setelah beberapa pembangunan yang dilakukan pada Kawasan Gunung Payung Cultural Park. Kini fokus prioritas pembangunan mengarah pada penambahan inrastruktur pendukung lapangan sepak bola I Ketut Lotri yang menjadi satu kesatuan area Gunung Payung.

Pembangunan lapangan I Ketut Lotri sebelumnya mulai dilakukan sejak tahun 2015 yang dilaksanakan dengan kerjasama antara Pemerintahan Desa dengan Desa Adat Kutuh. Proses penataan lahan awalnya dilakukan oleh Desa Adat, Selanjutnya ada tahun 2018 Pemerintahan Desa Kutuh mengalokasikan anggaran sebanyak Rp. 788.363.900,- yang seluruhnya bersumber dari Dana Desa.

Pada Tahun 2019 rencananya BUMDA Kutuh akan menggelontorkan dana sekitar 3 Millyard  untuk membuat sarana pendukung lapangan I Ketut Lotri yang bersumber dari dana pengembangan BUMDA tahun 2019.  Beberapa sarana pendukung yang akan dibuat seperti 4 ruang ganti pemain dilengkapi toilet, 1 ruang wasit, 1 ruang rapat, 1 ruang control, 4 toilet umum, tribun terbuka di sisi barat, utara, timur, dan selatan lapangan.

Dalam APBDES Tahun 2019, Pemerintahan Desa Kutuh juga telah menganggarkan penataan sisi dan perindang lapangan, dengan total anggaran mencapai 500 juta lebih. Wayan Purja selaku Kepala Desa di kesempatan yang berbeda menyampaikan bahwa ini merupakan salah satu bentuk nyata sinergisitas perencanaan pembangunan antara Pemerintahan Desa dengan Desa Adat Kutuh.

Fokus pembangunan yang dilakukan saat ini tidak terlepas dari banyaknya minat wisatawan yang datang ke Kawasan Gunung Payung Cultural Park.

Khususnya pada lapangan sepak bola ini juga terkait dengan program dari Yayasan GO BOLA BALI untuk menyelenggarakan event seak bola yang cukup  besar yakni BADUNG IFC. Keseriusan ini ditandai dengan pertemuan antara pengurus Yayasan GO BOLA BALI, Sekda Badung, Bendesa Adat Kutuh, Perbekel Kutuh, dan Lembaga Desa, di main gate TEGEH BOM Gunung Payung.

Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa sepakat dengan event sepak bola yang diadakan oleh GO BOLA BALI ini, hal ini juga berkorelasi dengan program yang akan dicanangkan oleh Pemerintahan Kabupaten Badung yang disebut dengan KAMPUNG BOLA.

“Saat ini kita butuh penyegaran untuk menarrik para wisatawan datang ke Bali, Badung Khususnya. Untuk dibukit ini nantinya kita akan persiapkan tiga Desa untuk dapat menjadi Kampung Bola yang berbasis Sport Tourism, yakni Pecatu, Ungasan, dan Kutuh”, Ujar Arnawa.

Adi Arnawa menilai saat ini Desa Kutuh termasuk yang paling siap untuk program KAMPUNG BOLA yang berbasi Sport Tourism ini. “Kawasan Gunung Payung ini sudah sangat terencana dengan baik, bahkan untuk sport tourism Kutuh sudah mengawali”, Sambungnya.

Program KAMPUNG BOLA ini diwacanakan akan dibangun sarana pendukung oleh Pemerintah Kabupaten Badung  disepanjang akses menuju obyek di Kuta Selatan. Jadi nantinya berdampak pada pertumbuhan perekonomian  masyarakat sekitar.

Dengan adanya komitmen dari Pemerintahan Kabuaten Badung ini, maka Made Wena selaku Plt. Direktur Utama BUMDA Kutuh tidak merasa ragu mengeluarkan dana sebesar 3 Milliyard untuk peningkatan fasilitas lapangan.

  • 23 Januari 2019
  • Dibaca: 926 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita