ST. GIRI MUSTIKA WERDHI BANJAR PANTIGIRI SIAP DINILAI

  • 27 Februari 2019
  • Dibaca: 876 Pengunjung
ST. GIRI MUSTIKA WERDHI BANJAR PANTIGIRI SIAP DINILAI

St. giri mustika werdhi br.pantigiri desa kutuh kec.kuta selatan kab.badung  siap mengikuti penilaian lomba ogoh ogoh se kab.badung

Yang memang sudah di selenggarakan 3 tahun terakhir yang dengan mekanisme penilaian di mulai dari mencari 3 besar di kecamatan untuk bisa maju ke penilaian se kab.badung

Ketua panitia(arsa pradikta) menyebutkan ogoh-ogoh yang bertemakan “purwa bumi kamulan” yang di arsitek’i oleh I kadek suniantara & I kadek edy antara yang di bantu oleh seluruh anggota ST. Giri Mustika Werdhi  tersebut  memakan waktu pembuatan selama 1 setengah bulan yang terhitung dari awal bulan januari dan baru saja selesai (25 pebruari 2019).

Berikut merupakan sinopsis cerita dari ogoh - ogoh karya ST. Giri Mustika Werdhi :

PURWA BHUMI KAMULAN

STGMW | 1941

"...ingutus sang Pratanjala, tumurun manggawe loka. Lumampah nda tan parowang, ingutus Bhatari Uma; dening paduka Bhatari, tumurun sang Pratanjala. Neher amit anganjali, Bhatara lawan Bhatari, angadeg sireng pantara, awang-awang uwung-uwung. Tan hananing sarwa katon, tan hana ning sarwa umung. Ahening cipta Bhatari, alekas anggawe loka, maka daging ing bhuwana, kalih lan sang Pratanjala..."

Purwa Bhumi Kamulan termasuk kelompok lontar Tattwa yang berisi ajaran tentang penciptaan dunia dan diuraikan secara mitologis. Seluruh ajarannya bersifat Siwaistik.

Dikisahkan, Bhatara Siwa mempunyai lima putra (manifestasi), yang disebut Panca Korsika. Awalnya Bhatara Siwa mengutus keempat putra-Nya yaitu: Sang Korsika, Sang Garga, Sang Maitridan Sang Kurusya untuk penciptaan dunia. Namun mereka gagal menjalankan tugas. 

Maka, Bhatara Siwa meminta putra-Nya yang kelima bernama Sang Pretanjala untuk mengambil alih tugas saudara-saudara-Nya itu. Dalam melaksanakan tugasnya tersebut, Sang Pretanjala memohon agar Ia dibantu oleh Ibu-Nya: Dewi Uma. Permintaan ini dikabulkan oleh Bhatara Siwa. Maka Dewi Uma dan Sang Pretanjala berhasil menciptakan Bhuwana Agung: pertiwi, apah, bayu, teja, akasa, yang disebut Panca Mahabhuta, dan mahluk-mahluk halus.

*Penjabaran wujud ogoh-ogoh:

Tampak Sang Pretanjala dengan perawakan gagah perkasa bersiap menjalankan perintah dari Bhatara Siwa untuk penciptaan dunia. Bersama ibunya, Dewi Uma yang dalam perwujudan murkanya menjadi Dewi Durga, ia hendak menciptakan dunia beserta isinya.  Lingkaran menyerupai cakra di belakang Sang Dewi adalah representasi Kala (perputaran waktu) yang menguasai dan menundukkan manusia. Pada lingkaran tersebut juga terdapat ilustrasi menyerupai relief kekayonan (hutan. air) sebagai wujud alam semesta.

IDE  CERITA : I wayan widyartha suryawan

  • 27 Februari 2019
  • Dibaca: 876 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita