SEKAA TERUNA DESA KUTUH MASUK 5 BESAR PENILAIAN LOMBA OGOH – OGOH DI KUTA SELATAN

  • 28 Februari 2019
  • Dibaca: 955 Pengunjung
SEKAA TERUNA DESA KUTUH MASUK 5 BESAR PENILAIAN LOMBA OGOH – OGOH DI KUTA SELATAN

Setelah hampir 2 bulan melakukan proses pembuatan ogoh – ogoh, akhirnya pada tanggal 27 Pebruari 2019 seluruh ogoh – ogoh yang ada di Kabupaten Badung dilakukan penilaian oleh Dinas Kebudayaan.

Khuusnya di Kuta Selatan terdapat 52 STT yang dinilai yang tersebar di 3 Kelurahan dan 3 Desa, mulai dari Kelurahan Jimbaran, Kelurahan Benoa, Kelurahan Tanjung Benoa, Desa Pecatu, Desa Ungasan, dan Desa Kutuh.

Sebuah kebanggan, salah satu STT di Desa Kutuh masuk kedalam 5 besar penilaian lomba ogoh – ogoh tahun ini. ST. Giri Mustika Werdhi, Banjar Panti Giri meraih posisi keempat se kuta selatan, dengan perolehan total nilai sebesar 1.509. Hanya berbeda satu poin dengan ST. Bhuana Kusuma, Banjar Peken, Desa Adat Bualu.

ST. Giri Kusuma, Banjar Jaba Pura meraih nilai 1.347, ST. Yowana Santhi, Banjar Petangan 1316. Sedangkan untuk ST. Yowana Dharma Shanti Banjar Kaja Jati, Tidak dapat dinilai karena proses pembuatan ogoh – ogoh masih berlangsung dan belum selesai.

Perbekel Kutuh I Wayan Purja, SE saat dijumpai di salah satu kesempatan, mengucapkan selamat kepada seluruh Sekaa Teruna di Desa Kutuh atas partisipasinya pada tahun ini.

“Saya mewakili Desa dan atas nama pribadi mengucapkan selamat kepada anak – anak yang sudah ikut berpartisipasi dalam kegiatan lomba ogoh – ogoh tahun ini , lebih – lebih kita merasa bangga karena salah satu dari STT dikutuh telah masuk kedalam kategori 5 besar”, Tutur Wayan Purja.

Wayan Purja juga menambahkan, rasa bangga patut dirayakan kita semua, karena ini merupakan potensi dan milik kita bersama. Namun, beliau menghimbau kepada para Sekaa Teruna untuk tidak melupakan esensi dan makna dari pemmbuatan ogoh – ogoh ini. Dimana Ogoh – ogoh merupakan wadah anak – anak muda untuk menyalurkan kreativitas, memupuk kebersamaan, dan menjalin silahturahmi antar anggota STT, sebelum nantinya beranjak pada masa berumah tangga atau Grhasta.

“Lomba bukan merupakan tujuan utama pembuatan ogoh – ogoh ini, namun semangat kebersamaan yang perlu agar anak – anak kami pupuk untuk dapat maju dan tumbuh bersama dalam membangun desa. Bukan hanya di antara STT di banjar, namun antar STT perlu di tingkatkan lagi rasa kebersamaan itu”, Ujar Wayan Purja.

Untuk tiga besar penilaian lomba ogoh – ogoh tahun ini, pada posisi pertama di tempati oleh ST. Dharma Pertiwi - Banjar Kauh – Desa Adat Pecatu, dengan nilai 1.521, posisi kedua ST. Bakti Asih – Banjar Teba – Desa Adat Jimbaran dengan nilai 1.513, dan posisi

  • 28 Februari 2019
  • Dibaca: 955 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita