DESA ADAT SEDANG TERTARIK ADOPSI PENGELOLAAN PEMERINTAHAN DESA ADAT DI KUTUH

  • 11 Maret 2019
  • Dibaca: 272 Pengunjung
DESA ADAT SEDANG TERTARIK ADOPSI PENGELOLAAN PEMERINTAHAN DESA ADAT DI KUTUH

Seiring dengan perkembangan jaman tata kelola birokrasi pemerintahan terus mengalami perubahan, khususnya dari sisi administrasi.  Hal ini pun mejadi tantangan bagi perangkat desa, sebagai tatanan birokrasi terbawah untuk terus meperbahuri pengetahuan dan wawasan tentang tata kelola pemerintahan.

Di Bali sejak masa kerajaan dulu sudah mempunyai tatanan birokrasi paling bawah, yakni Desa Adat yang sudah menerapkan beberapa jenis administrasi. Mulai dari perarem, awig – awig, dan adminstrasi lainnya yang berbentuk tertulis maupun lisan, bahkan pola struktur organisasi pemerintahan sudah ada sebelum adanya tatanan pemerintahan Negara Indonesia.

Namun, seiring dengan perkembangan jaman, pola birokrasi dan pemerintahan Desa Adat pun harus mengikuti perkembangan yang ada. Hal ini perlu dilakukan megingat eksistensi masarakat hukum adat sudah tidak lagi relevan di kelola dengan cara – cara lama.

Alih – alih untuk membuat tatanan birokrasi Desa Adat  yang profesional dan terkelola dengan baik, masih banyak Desa Adat dibali menggunakan pola lama. Seperti, cara mengatur pemerintahan, administrasi surat menyurat, pendataan penduduk, sampai pelayanan kepada masyarakat.

Desa Adat Kutuh, merupakan salah satu desa yang termasuk berhasil menggeser paradigma tentang pengelolaan birokrasi pemerintahan Desa Adat. Dimana, Pemerintahan Desa Adat Kutuh dikelola dengan profesional dan sama dengan pemerintahan pada umumnya. Baik dari segi pelayanan masyarakat hingga administrasi.

Desa Adat Kutuh kini telah memiliki kantor yang representatif, serta administrasi yang cukup baik. Sehingga segala bentuk pertanggungjawaban dan transparansi kepada krama Desa Adat tersampaikan dengan baik. Salah satu contoh adalah pengelolaan masyarakat yang di bagi menjadi 3, yakni krama ngarep, krama tamiu, dan tamiu. Seluruh masyarakat yang ada di Kutuh di wajibkan untuk memiliki administrasi kependudukan Desa Adat.

Melihat hal tersebut pada 10/03/2019 kemarin, Prajuru Desa Adat Sedang, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung berkunjung khusus ke Desa Adat Kutuh.

Rombongan diterima di kantor Desa Adat Kutuh dan mengaku cukup takjub, dengan pegelolaan Desa Adat yang sampai memiliki kantor dan kesekretariatan.

Setelah melakukan beberapa diskusi dan berbagi pengalaman Bendesa Adat Sedang Ir. Made Bujastra berniat akan mengadopsi pola yang telah diterapkan oleh Desa Adat Kutuh di Sedang. “mudah – mudahan setelah sharing yang kita lakukan hari ini, beberapa bisa kita adopsi di Sedang agar pengelolaan Desa Adat Sedang dapat profesional kedepannya” Ujar Bujastra. 

Bujastra menambahkan bahwa Bukan hanya tata kelola pemerintahan Desa Adat, namun cara pengelolaan potensi Desa dapat juga di adopsi sehingga memberikan pendapatan bagi Desa Adat Sedang. Dan diharapkan kedepannya tidak lagi membebani masyarakat untuk urusan Upacara keagamaan, seperti yang sudah dilakukan oleh Desa Adat Kutuh.

  • 11 Maret 2019
  • Dibaca: 272 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita